Senin, 27 September 2010

Jalan Panjang menjadi Pelatih Sepak Bola Profesional

Menjadi bagian dari industri sepakbola tidak melulu harus menjadi pemain sepakbola profesional, karena menjadi pelatih atau manejer sebuah tim sepakbola juga menjadi bagian penting dalam suatu bisnis sepakbola profesional.

Persiapan utama untuk berkarir sebagai seorang pelatih tentu nya harus mengikuti serangkaian kursus berjenjang dimana disetiap jenjang ada sertifikasi khusus yang bakal melekat dalam diri seorang calon pelatih tadi.

Kursus awal untuk meniti karir sebagai pelatih adalah dengan mengikuti serangkaian kursus kepelatihan untuk mengambil Lisensi D,kursus lisensi D ini ada tahap awal untuk menjadi seorang pelatih,di Inggris ini dikenal juga dengan kursus Level 1, kursus ini sendiri biasanya bersifat Lokal (nasional) kerap di selenggarakan oleh asosiasi sepakbola tiap negara seperti PSSI,di Indonesia kursus lisensi D ini banyak di selenggarakan oleh pengurus-pengurus daerah (pengda) PSSI. Lama pendidikan juga berkisar 5-14 hari, dan setelah selesai kursus ini maka peserta akan memperoleh lisensi D Nasional.

Setelah memperoleh sertifikat lisensi D, maka bisa mengikuti jenajng berikut nya,yaitu kursus kepelatihan lisensi C (level 2 kalau di Inggris),kursus ini juga biasa di selenggarakan oleh asosiasi sepak bola suatu negara (nasional) atau bahkan bersifat internasional yang di selenggarakan oleh konfederasi sepakbola tingkat regional (AFC kalau di asia) dimana sertifikatnya di akui oleh FIFA. Peserta yang lulus akan memperoleh status sebagai pelatih lisensi C (nasional atau Internasional).

Pelatih dengan lisensi D dan C sudah bisa untuk melatih klub-klub yang bermain di lower division atau klub-klub amatir,atau juga menjadi asisten pelatih bagi klub-klub profesional.

Untuk merambah menjadi pelatih yang melatih klub profesional maka si pelatih harus mengantungi sertifikat licensi B ( baik nasional maupun internasional) di asia kita kenal dengan nama AFC-B kalau di eropa UEFA-B, kursus untuk mendapat lisensi B ini juga biasa dilakukan oleh asosiasi sepakbola satu negara atau konfederasi sepakbola suatu regional. Dengan sertifikat lisensi B ini kita bisa menanggani satu klub profesional dengan status sebagai pelatih profesional pula.

Setelah memperoleh lisensi B maka si pelatih tadi dapat mengikuti kursus lisensi A, yang juga di selenggarakan oleh asosiasi sepakbola satu negara (PSSI) atau konfederasi sepakbola suatu regional (UEFA,AFC,CAF,dll) status kepelatihan nya pun akan menjadi AFC-A atau PSSI-A (kalau nasional) sama hal nya dengan lisensi B.

Untuk lisensi A dan B nasional hanya akan diakui atau dapat di gunakan untuk area negara asosiasi sepakbola yang mengeluarkan nya saja, namun kalau lisensi nya AFC-A, UEFA-A itu bersifat internasional dan di akui FIFA dan bisa melatih dinegara manapun saja yang merupakan anggota FIFA.

Tidak ad perbedaan antara AFC-A dan B dengan UEFA-A dan B, karena sama-sama diakui FIFA sertifikasi yang dikeluarkan oleh asosiasi sepakbola regional tersebut.

Lisensi A saat ini disaratkan untuk dipakai setiap pelatih kepala klub profesional yang bermain di top league tiap-tiap negara, jadi untuk menjadi pelatih utama di klub-klub ISL, La Liga, Serie A, EPL, UCL, AFC Champions sebuah klub harus punya seorang pelatih utama dengan sertifikasi lisensi A (disarankan yang internasional)

Saat ini sudah banyak pelatih-pelatih asli Indonesia yang berspesifikasi lisensi A,baik internasional maupun nasional, dan disyaratkan oleh PT Liga Indonesia selaku penyelenggara ISL agar semua klub perserta ISL memakai pelatih kepala dengan sertifikasi lisensi A (baik nasional maupun internasional) namun ketika berlaga di kejuaraan antar klub asia (AFC champions league) maka pelatih tersebut harus lah mempunya sertifikasi lisensi A Internasional.

Khusus di eropa ada yang nama nya Lisensi UEFA-Pro, lisensi ini khusus di rancang oleh UEFA kepada pelatih-pelatih yang akan menanggani klub-klub liga champion,namun belum berlaku sekarang aturan nya,premiership (liga inggris) baru akan memberlakukan pada musim 2012,dimana disyaratkan manager klub-klub EPL harus memiliki lisensi UEFA Pro ini.

Lisensi pro ini lebih ke arah menjadi manager suatu tim (seperti peran pelatih-pelatih kepala di EPL), jadi kalau di ibaratkan dalam dunia kependidikan, seseorang pelatih yang punya lisensi B itu disamakan dengan tamatan S1,sedangkan lisensi A itu disamakan dengan tamatan S2, maka lisensi pro ini adalah para doktor-doktor kepelatihan sepak bola.

Untuk kursus lisensi Pro waktunya juga tidak singkat,bisa 2 tahun dengan modul kuliah pertemuan tiap juni-july disaat musim kompetisi libur,hal ini dikarenakan kebanyakan peserta nya adalah manager/pelatih klub-klub liga di eropa,sehingga ketika musim berjalan modul pelatihan nya di terapkan dengan sistem online,teleconf,atau by phone.lisensi pro ini instruktur nya adalah pelatih/manager-manager luar biasa seperti sir alex ferguson,fabio capello,arsene wenger,dll.

Pelatih-pelatih dengan lisensi UEFA pro yang sempat beredar antara lain mantan pelatih tim nasional Indonesia peter white, dan juga pelatih yang baru akan melatih persib bandung, Daniel Darko Janckovic.

Kamis, 23 September 2010

Barrabravas, Hooligan From Argentina

Argentina punya kelompok suporter yg menurut sebagian orang paling militan dan brutal di dunia, mereka menamakan diri nya BARRABRAVAS.hooligan khas argentina.

Bagi BARRABRAVAS membunuh suporter lawan dan berkelahi dengan sesama suporter klub sendiri adalah hal yang biasa. Agak aneh memang.yg luar biasa tawuran antar sesama dr satu klub,contoh sesama suporter River Plate atau sesama geng BARRABRAVAS Boca Junior (paling sering di argentina).

BARRABRAVAS secara harfiah berasal dari bahasa spanyol yang bisa diartikan pendukung fanatik, geng BARRABRAVAS paling terkenal tentunya dari kelompok pendukung klub River Plate (borrachos del tablon dan Los Banda del Oeste),juga dari kelompok pendukung klub Boca Junior (La Doce) yang merupakan rivalitas terbesar di argentina.

Seperti dilansir dalam suatu laporan oleh The New York Times bahwa Sejak 1939 sudah lebih dr 200 orang meregang nyawa akibat kebrutalan geng bernama BARRABRAVAS, itu belum terhitung korban luka dan cacat tentunya.

Uniknya sangat sulit membubarkan BARRABRAVAS ini,karena para bandit stadion ini kerap dipakai sebagai alat penarik massa untuk kepentingan politis oleh para pemimpin politik di argentina,jadi kaya diam-diam di pelihara.

BARRABRAVAS ini juga kerap mendapat dukungan dari para pengurus klub-klub di argentina seperti river,boca,rosario,independiente,velez,estudientes,racing,argentinos junior,dll meski dukungan itu tidak diperlihatkan secara terang-terangan.

Musuh utama kelompok river plate adalah geng BARRABRAVAS Boca Junior yg bernama La Doce,pemimpinnya Rafael Di Zeo adalah selebritis di argentina,dia tenar karena kebringgasannya dalam memimpin genk BARRABRAVAS kebanggan suporter Boca ini. Banyak orang di argentina mengidolai tokoh yang bertahun-tahun menjadi buronan polisi setempat karena berbagai tindakan sadis nya,diantara nya pembunuhan suporter lawan.beberapa tahun yang lalu di Zeo menyerahkan diri kepada kepolisian,atas tindakan-tindakan kriminal yg dilakukan sebelumnya,namun di zeo mengelak dikatakan dia menyerahkan diri karena takut,dia menyerahkan diri hanya untuk membuktikan pada kepolisian bahwa kalau dia di penjara akan banyak terjadi pertumpahan darah antar suporter.

Ketenaran sang good father BARRABRAVAS ini semakin menjadi sorotan ketika dua bintang utama Boca Junior, Martin Palermo dan Rodrigo Palacios menjenguk Di Zeo dan anak buah nya dipenjara,foto-foto dan berita kunjugan ini sontak menjadi headlines surat-surat kabar di Argentina.Kedekatan-kedekatan seperti ini adalah hal yang biasa disana,hanya saja pihak Klub sering tidak mengakui nya dengan alasan pencitraan.para BARRABRAVAS ini di butuhkan klub selain untuk dukungan kepada klub itu sendiri juga karena para geng ini siap untuk bersikap kejam kepada pemain atau pengurus klub sendiri jika mereka tidak setuju atau marah.

Peristiwa menarik terjadi beberapa tahun lalu,ketika terjadi kerusahan diantara sesama pendukung klub River Plate (Borrachos del Tablon),mereka saling tawuran diantara mereka sendiri untuk saling berebut tampuk pimpinan geng itu,pertumpahan darah sesama yang terjadi di sekitar stadion monumental (homebase river) membuat sang presiden klub di tegur keras oleh parlemen Argentina,Jose Maria Aguilar sang presiden menjelaskan tidak tahu menahu akan kejadian tersebut,fakta nya dalam satu penggeledahan di stadion monumental,polisi menemukan disalah satu ruang rahasia senjata-senjata tajam,pistol lengkap dengan amunisi,mercon dan alat-alat bahaya lain nya, kembali tidak satu pun pengurus klub River Plate yang mengakui nya.

Tapi paling tidak dari fakta itu dapat disimpulkan bahwa dari ruang senjata stadion monumental itulah awal dari tewas nya dua orang suporter Boca Junior pada awal tahun 2000an, dimana saat itu River sebagai tuan rumah takluk dari Boca dengan skor 0-2, keesokan hari nya dua suporter Boca di temukan dalam ke adaan tidak bernyawa,dan di salah satu tembok di sudut kota Beunos Aires tertulis dengan darah RIVER 2 - BOCA 2, Sadissss!!

So kall publik awam berpikir hooligan adalah kelompok suporter paling brutal layak nya film Green Street Hooligan,maka itu salah,mereka harus merasakan bagaimana rasa weekend di daerah paling ganas dikota Beunos Aires,ESTADIO LA BOMBONERA.