Senin, 14 Desember 2009

(dan) Vampire itu bernama GLAZER


Pagi itu seperti biasa sambil sarapan dan menyeruput segelas kopi, selintas aku lihat di running text sebuah TV nasional berbasis berita update, berita yang sebenarnya aku ragukan kebenaran nya, ya sebuah running text bercerita singkat "sebuah konsorsium yang berbasis di bangkok menyiapkan 15.3 trilyun untuk bersiap membeli MU...." jelas sebuah basa basi sebenarnya kalau ini terjadi sebelum era premiership, tapi ini 2009 akhir, so tidak ada yang tidak mungkin bukan..???

Khayalan saya sebagai fans MU jadi balik lagi ke sekitar tahun 90-an awal, dimana ketika itu adalah awal dari Manchester United turun ke bursa saham publik dan merubah diri nya menjadi Public Limited Companies (PLC) yaitu bentuk perusahaan yang terdaftar resmi di bursa saham (Bursa saham London), ketika itu siapa saja dapat membeli saham MU, dan harga saham MU sangat di pengaruhi kinerja dilapangan MU sendiri, kendati para pemegang saham tidak dapat mengontrol langsung kebijakan-kebijakan klub (ranah dari para direksi) dan hal ini tampak jelas ketika MU berprestasi harga saham MU akan melambung tinggi, namun ketika MU ketimpa kejadian-kejadian yang tidak mengenakan langsung saja saham nya melorot tajam (seperti ketika eric cantona mengundurkan diri, membuat saham MU jatuh).

Cobaan pertama MU (sebagai perusahaan yang terdaftar di bursa saham resmi) buat para suporter pemegang saham MU ini datang ketika tahun 98 taipan Australia raja media Rupert Murdoch datang dan ingin menguasai klub MU, nasib baik buat kehormatan MU ketika itu, selain masih terjaga nya kekompakan para pemegang saham yang tergabung dalam satu "paguyuban" yang mereka namai "Shareholders United Againts Murdoch" aksi upaya take over Raja Media pemilik Sky Sport ini juga terganjal oleh Monopolies and Mergers Commisions (british government), suatu badan atau komisi di Inggris yang menyelidiki dan mengawasi persaingan Usaha (semacam KPPU kalau di Indonesia). Good Job!! buat kelompok yang kemudian mensederhanakan nama di akta mereka menjadi "Shareholders United" dengan terus memperjuangkan agar penjualan saham klub kesayangan mereka ini hanya untuk pencinta dan pemegang tiket terusan MU.

Sebagai perusahaan yang terdaftar di bursa saham terbuka rasa nya take over hanya tinggal menunggu waktu saja, well belajar dari kesalahan Rupert Murdoch dalam mengakuisisi MU, seorang yahudi jenius yang datang dari pusat kapitalis (US) bernama Malcolm Glazer mengendus bau yang ranum dari sebuah "perusahaan" yang bernama MU, ada aroma keuntungan besar disana, sebagai veteran di dunia pasar modal, tentu ribuan mil jauhnya di manchester pun glazer bisa mencium harum nya bisnis sepakbola Inggris, apalagi sebelumnya dia sukses men-take over klub liga american football terkenal Tampa Bay Buccaneers.

Strategi jitu disusun agar rencana take over berjalan mulus. 2003 sang vampire mulai masuk kawasan ranah sepakbola MU sebagai salah satu pemegang saham setan merah dan nyaru sebagai salah satu peserta arisan Shareholders United. pelan-pelan, perlahan tapi pasti sang vampire mulai menggigit satu persatu teman arisan nya, dari 3% saham awal yang dimilikinya pada september 2003 meningkat menjadi 3.17% (hasil beli eceran lewat para kaki tangannya), kuda sang vampire berlari kencang ketika akhir oktober ia telah menguasai 8.93% saham MU, dan terus melonjak 2 kali lipatnya (+/-15%) pada akhir november di tahun yang sama.

Geliat glazer and family (layaknya voltaire family dalam twilight) terus memburu saham-saham yang tersisa, termasuk melakukan pendekatan dengan para eksekutif, direksi, dan komisaris MU, David Gill di tenggarai sebagai salah satu otak (durno nya glazer) yang menyukseskan take over glazer ini (sehingga diberi hadiah sebagai CEO dikemudian hari). pada februari 2004 saham Glazer kembali meningkat menjadi 16.31%, dan terus melonjak dengan berbagai bantuan, termasuk dengan upaya utang sana sini saham nya meningkat kembali menjadi 19% pada juni serta seperti yang telah di duga, diakhir tahun 2004 sang vampire telah sukses membunuh dan menguasai 30% saham MU. dengan menguasai 30% saham, sesuai regulasi pasar modal di Inggris, maka glazer pun memiliki hak untuk mengajukan penawaran resmi untuk mengambil alih perusahaan. Namun.....glazer belum mau terburu-buru, bukti bahwa dia seorang pembunuh berdarah dingin, jenius dan luar biasa, drama belum berakhir.....

Untuk menguatkan "taring" nya pada medio awal 2005 glazer membujuk J.P Mc Manus dan Jhon Magnier sang penjaga benteng terakhir Man United, Duo Irlandia ini memiliki 28.7% saham yang sangat vital buat rencana "pencurian" MU dari real owners (baca:suporters).Ironis nya untuk kita ketahui duo Ireland sahabat dan akhirnya menjadi musuh Sir Alex Ferguson ini, memiliki saham MU juga hanya untuk ngeruk keuntungan dalam bisnis pasar modal (fakta nya mereka tidak tahu apa-apa tentang MU, bahkan mereka tidak pernah hadir sama sekali di old trafford selama memiliki saham MU, mereka hanya kenal dengan Kuda Sir Alex Ferguson yang sempat mereka perebutkan), sehingga walapun mereka di cap penghianat oleh para pendukung setia MU toh mereka pada dasarnya tidak salah, karena mereka menjual hanya untuk mendapatkan keuntungan, hal yang sangat lumrah dalam bisnis pasar kepemilikan saham.

Dengan menguasai lebih dari 57% saham maka cengkraman glazer semakin menggila, hanya menunggu sedikit waktu untuk merampok pemilik saham terbesar ketiga di MU, yaitu pengusaha tambang asal scotland Harry Dobson, dan tiada angin tiada hujan hanya beberapa jam setelah menguasai saham Mr Dobson tadi (sehingga menjadi 62%) tiba-tiba glazer kembali menambah pembelian 9.8% (dibeli eceren dari pemegang saham yang lebih kecil) sehingga glazer telah menguasai 71% setan merah, dengan sedikit belanja dari para "pengecer" saham yang tidak loyal layaknya duo ireland tadi maka glazer pun memiliki 75% saham, yang berarti secara aturan dia telah berhak untuk menarik MU dari pasar bursa saham, Jeniussss.....!! tinggal selangkah lagi untuk checkmate, langkah brilian layaknya Bobby Fisher rekan yahudi jenius satu negara sang vampire.

Kiamat tidak perlu menunggu tahun 2012 buat para fans fanatik klub MU, karena Mei 2005 kiamat itu sudah datang ketika jenius glazer menguasai 75% saham MU, "arisan"yang bernama "stakeholders united" pun bubar, untuk kemudian mereka beralih wujud dalam bentuk baru yang mereka beri nama FC United of Manchester. Juni 2005 blazer resmi menjadi penguasa tunggal MU, dengan menguasai 98% saham MU, perjalanan pendek untuk sang vampire menguasai raksasa setan merah.

Sedih sudah pasti, hilang sudah idialisme club own by suporter yang selama ini didengung-dengungkan oleh suporter fanatik MU, MU sekarang hanya lah etalase bisnis sang vampire, darah-darah idilisme klub dan suporter telah di musnahkan sejak 2005, memang ekspansi ini tidak hanya mutlak terjadi di manchester, premiership telah jadi primadona cucian uang kaum jetset dan kaum bergelimang uang, tsar-tsar baru rusia, syekh-syekh jazirah, cukong-cukong asia timur, berlomba-lomba mencari quality life mereka dengan menjadi pemilik klub premiership, namun ironis bila membandingkan dengan glazer, karena glazer hanyalah seorang vampire, pembunuh idialisme berdarah dingin, dia membeli MU dar hasil utang dan membebankan utang pembelian MU itu kepada MU kembali, dan suporter di korbankan dengan hanya menjadi budak konsumen bagi klub yang mereka puja sendiri??

Hal ini berbeda dengan Roman Abramovich, ketika mengkosmopolitan kan Chelsea, sebuah klub yang tidak tentu rimbanya sebelumnya era premiership. Roman tidak pernah utang untuk meng take over chelski atau menjaminkan klubnya sendiri sebagai jaminan utang, Roman tidak pernah membatasi anggaran belanja tim nya, Roman selalu hadir mendukung tim nya bermain, dan tampak belajar dari "kebodohan" nya akan sepak bola, bandingkan dengan sosok juragan baru MU yang datang di ribuan mil ke Inggris untuk satu nama "UANG". Yahudi yang datang bukan dengan dasar cinta, ia tidak mengerti bagaimana tersakiti nya para pencinta sepakbola, dia telah merusak sebuah sistem sepakbola tradisional dengan dasar dari suporter untuk suporter.

Adakah ini alasan hengkang nya ribuan bahkan jutaan fans fanatik MU yang telah beranak cucu,??well setidaknya dari pernyataan Nick Towle, Direktur Shareholders United, organisasi penentang pengambialihan United oleh Glazer "It’s not my football club any more (United bukan lagi klub saya)".menggambarkan ada begitu banyak fans yang terluka karna musnah nya idialisme satu tim yang besar, terlihat jelas Mereka tak rela klub yang telah menjadi identitas mereka, kebanggaan dan harga diri mereka ini harus dikalahkan oleh kepentingan uang, maka terbentuklah FC United. "Datanglah ke kandang kami, kami sediakan pertandingan seharga 5 pound, fanatisme dan tentu saja nyanyian tanpa henti," seru Matt Hacknett salah satu alumnus streetford end. "MU adalah sepakbola yang sangat bagus, tapi FC United lah sepakbola sesunguhnya, karena disana sepakbola lebih dari sekedar kehidupan" sambung sang fans yang merupakan veteran Red Army. ada banyak ungkapan sinis yang bisa jadi menjadi sebuah bukti dan alasan mengapa old trafford sekarang hanya bak sebuah pemakaman, atau bioskop 21 yang sedang memutar film melankolis ketika MU berlaga. tidak ada lagi hingar bingar gegap gempita seperti yang di rasa Sir Alex Ferguson mulai memberikan kejayaan bagi klub ini.

"What money can't buy?" kalimat bijak yang perlu kita resapi maknanya, kerap menjadi hiasan berpigura dirumah orang-orang yang ingin dirinya bisa bijak menghadapi godaan materi "A place but the house," adalah salah satu petuah lainnya "A body but not the soul," (petuah-petuah refleksi diri yang sering dikirim di Blackberry gw)....

Uang memang nyaris bisa membeli segalanya, bahkan kadang kehormatan dan kejayaan pun bisa diberikan (tergadaikan) atas nama uang, tapi apakah sepakbola juga bisa dibeli dengan uang? apakah kehormatan klub terbesar di dunia bisa kalah hanya pada uang, well pantas lah FC Barcelona berbangga dengan quotes andalan mereka "Més que un club" (More than a club/Bukan Klub Biasa) karena pada dasarnya mereka lah yang sampai saat ini masih bisa meminimalisir pembunuhan terhadap idialisme sepakbola.

Kita tunggu saja sampai selama dan sejauh apa kerjaan vampire yang bernama Glazer itu bertahan, karena tidak ada yang abadi atas nama Uang, selalu akan ada vampire yang lebih kuat untuk meruntuhkan hegemoni nya.





Jumat, 11 Desember 2009

FC United of Manchester

"They have a great idea, I hope they will become a great club and win the European Cup in 50 year's time"
- Eric Cantona -


Sebarapa pentingkah arti sebuah klub kecil yang baru saja berdiri ini, sehingga sang legenda hidup Manchester United Eric "The King" Cantona mempunyai pemikiran seperti itu.

Bagi para pendukung klub setan merah Manchester United, Football Club United of Manchester (FC United of Manchester, FC United atau FCUoM atau FCUM) telah menjadi suatu fenomena tersendiri. Klub yang berdiri atas dasar idialisme sejati dari pendukung fanatik satu klub yang telah mendarah daging di hati mereka (Man United).

sejarah
FC United berdiri pada musim panas 2005, Klub ini berdiri karena ketidakpuasan para pendukung fanatik setan merah MU, atas take over klub kesayangan mereka oleh seorang vampire berwujud taipan Amerika Serikat yang bernama Malcolm Glazer. Kampanye pembentukan Klub yang berbasis dari suporter untuk suporter kepada suporter ini bukanlah hal baru bagi para pendukung sejati MU, konon pada tahun 1998 kelompok-kelompok penggagas ide ini telah ramai bersuara ketika isu MU akan di take over oleh Raja Media Rupert Murdoch. Namun gaung pembentukan Klub tandingan yang bersifat mutlak dimiliki oleh suporter mereda seiring batal nya take over MU oleh sang raja media tersebut.

Pertengahan Mei 2005 seakan menjadi hari-hari yang buruk buat para pembenci Glazer, isu hangat sang cowboy dan keluarganya akan masuk sebagai pemilik penuh atas klub MU semakin mendekati kenyataan, ketika 75% saham MU telah berhasil dikuasai nya, sehingga menjadikan sang mayoritas di kubu setan merah.

Setelah mengadakan beberapa kali pertemuan-pertemuan terbuka diantara para suporter garis keras MU ini (terutama penentang utama take over MU oleh Glazer), tepatnya 30 Mei 2005 muncul lah seorang Andy Walsh (Pimpinan Kelompok Anti Glazer) yang mendeklarasikan alternatif terakhir yang "terpaksa" ditempuh untuk perlawanan ini adalah pembentukan Tim/Klub baru yang merupakan klub tandingan (kenapa ga ngumpul koin aja yah kaya Prita).

Klub baru ini murni mengusung idialisme mereka, dimana konsep utama klub ini adalah owned by members (suporters) dengan kata lain klub berdiri murni representasi dari suporter, berbeda terbalik dengan MU yang sudah "tercemar", "terjangkiti" bisnis kapitalis khas amerika.

Long Road to Glory
pepatah diatas layak disematkan buat sang rookie yang bernama beken FC United ini (selanjutnya disingkat FCU), tidak mudah menjadi berhasil, banyak jalan menuju roma, bersusah susah dulu bersenang kemudian, sampai yang paling menggilitik istilah tidak ada makan siang gratis juga layak disematkan untuk kehadiran "bayi" dalam blantikan sepakbola Inggris. Untuk terjun dalam Piramida sepakbola Inggris dibutuhkan modal finansial yang tidak sedikit, dengan filosofi Klub own by member maka mereka harus bersusah payah mencari recehan demi recehan dari kantong member mereka yang belum tentu semua isi nya seperti kantong pemain-pemain MU. apalgi tekat mereka ingin tampil dengan jati diri sendiri, dalam artian emoh untuk mengakuisisi klub lain yang lagi sekarat (kaya Sriwijaya akusisi persijatim).

Setelah dikumpulkan receh demi receh tadi dari para member ternyata masih ada masalah lain, Stadion kah??BUKAN!! karena mereka berhasil minjem Gigg lane bury (kapasitas 11.696) dari klub sekota FC Bury (League Two sekarang). NAMA!! pepatah apalah arti sebuah nama tidak berlaku di depan FA ketika mereka hendak mendaftar sebagai klub resmi, nama FC United dirasa terlalu umum ketika itu oleh PSSI nya Inggris itu. Dibuatlah satu voting terbuka untuk para member, dimana diberi beberapa alternatif nama untuk klub termasuk nama lawas yang ikut serta, Newton Heath United FC (untung gak jadi, kalau gak jersey badut itu akan muncul kembali). Dari sekian nama itu, yang terpilih adalah FC United of Manchester, dengan singkatan tetap memakai FC United.

Beres??Belum, Pelatih nya gimana??Pemain nya?? 22 Juni 2005, adalah Karl Marginson pelatih muda asli Manchester yang pernah berkiprah di blackpool dan macclesfield (klub greater manchester), tugas nya jelas menyeleksi pemain-pemain "perintis" untuk klub bayi ini. Ratusan orang ikut layaknya UMPTN dan terpilihlah 17 orang beruntung itu. Debut pertama Klub ini juga tidak terlalu mulus, berhasil menahan seri klub Leigh RMI adalah tidak buruk untuk sebuah klub rookie.

Sebelum klub ini mengayuh bahtera dalam samudera sepakbola Inggris, terjadilah pengumpulan "koin" "recehan" dari para member yang mendadak sudah ada 4000 orang ini, dari hasil pengumpulan itu terkumpul lah dana lebih dari 100.000 pounds (bayar gaji Rio sepekan aja ga cukup tuh), modal itu dirasa sudah cukuplah untuk memulai merayap piramida sepakbola Inggris dari level terbawah.

Demikian pula dibuat semacam rules, kesapakatan bersama, kesepahaman diantara para penyetor modal yang otomatis sudah menjadi pemilik Klub ini. diantara aturan itu adalah, suporter adalah anggota pemilik saham dalam klub ini, mereka yang terdaftar membayar iuran tahunan yang telah disepakti bersama,jumlah iuran tidak berpengaruh pada suara, tetap sekali iuran dapat satu suara (enak banget yang nyumbang ceban), tidak ada diskriminasi dan pengembangan potensi pemain muda lokal menjadi prioritas (asal belum dibajak ke carrington aja). masalah komersialisasi juga diatur tegas, karena paranoid dan tidak mau seperti MU (alasan utama mereka berdiri) maka sifat klub ini adalah organisasi nirlaba (kaya United Indonesia kurang lebih) namun tidak menutup kemungkinan tetap mencari keuntungan dan kerja sama dengan sponsor demi kelangsungan cash flow klub, namun mereka tidak mau sponsor tersebut memamerkan produknya di dada kaos/jersey klub (jadi ingat my barca).

Namun opsi-opsi sponsorship yang kalau boleh dibilang agak gila untuk sepakbola Inggris itu ternyata lambat laun menuai hasil seperti yang mereka harapkan, tercatat beberapa sponsor yang tidak boleh dikatakan kecil berhasil masuk menjadi sponsor klub bayi ini, seperti misalnya Williams BMW Group (group pengembangan tim williams BMW F-1), ada juga sponsor yang bersifat charity seperti misalnya sebuah lembaga non profit bantuan kesehatan di india yang bernama Bhopal Medical Appeal (makin kaya barca nih).

Season 2005-2006
Its Show Time.....ya FC United akhirnya mendapat pengesahan untuk tampil diajang kompetisi sepakbola Inggris, Mereka akan mulai "merayap" dari jejang kompetisi North West Counties League Division Two, Suatu kompetisi yang berada 9 level di bawah Premiership (Divisi 9 kira-kira). Banyak hal, Hasil baik bahkan rekor yang di ukir FCU ini didebut mereka berkompetisi, kemenangan demi kemenangan, rekor penonton terbanyak (pertandingan mereka pernah ditonton oleh 6023 penonton) dan dengan rataan 3000-an penonton setiap kali tampil jelas mereka menjadi primadona di level tersebut, hasilnya bisa ditebak, mereka menjadi juara di divisi tersebut dan Promosi ke jenjang berikut nya.

Season 2006-2007
New comer di kompetisi North WEst Counties League Devision One, tidak menjadikan mereka kikuk, mereka bahkan masih terlalu perkasa di level ini, 36 kemenangan, 4 seri dan 2 kali kalah dari total 42 pertandingan dengan mencetak 157 gol dan hanya kemasukan 36 gol menjadikan mereka jawara di level kompetisi ii dan kembali PROMOSI!! plus perlu dicatat mereka melakukan Double Winner di level nya, karena di musim yang sama mereka menjuarai NWCFL (North West Counties football league) Challenge Cup.

Season 2007-2008
Disini FCU mulai menemui kelas yang seimbang, jalan mulai terjal ketika memulai kompetisi, tapi itu ternyata tidak lama, setelah mulai menyesuaikan diri mereka kembali ke trek yang sebenarnya (trek mengejar impian), pada musim ini pula lah sejarah buat FCU terjadi, yaa... mereka untuk pertama kali nya tampil di ajang FA Cup (babak prakualifikasi FA cup), mereka melaju sampai ke babak pertama kualifikasi FA Cup (tidak buruk buat sebuah tim bayi).

Dilevel kompetisi ini akhirnya kembali mereka mencatat prestasi gemilang dengan menjadi runner up kompetisi (terpaut 1 point dengan sang juara) dan dalam ajang play off mereka tampil luar biasa untuk akhirnya mendapat satu tempat PROMOSI!!plus dengan satu throphy yaitu Unibond President Cup mereka bawa ke lemari koleksi throphy mereka.Luaaaarrr biasa, 3 tahun berturut-turut mendapat promosi.

Season 2008-2009
FCU akhirnya merasakan kompetisi yang sebenarnya. FCU kini bergabung dikompetisi Northern Premier League Premier Division, kompetisi ini adalah level ke & dalam hirarki sepakbola Inggris, 6 divisi di bawah Manchester United (the real target).

Tampil menjanjikan di awal kompetisi, namun agak sedikit goyah dipertengahan musim yang akhirnya gagal mendapat tempat di play off promosi, mereka finish di urutan 6, satu strip dibawah batasan tim yang ikut playoff promosi, inilah kali pertama sejak berdiri mereka gagal promosi, hal ini cukup wajar mengingat beberapa kendala yang dihadapi tim ini, kendala terbesar tentu saja mereka di tinggalkan oleh sang bintang dan legenda hidup mereka RORRY PATTERSON, Rorry adalah roh dari tim ini, 3 tahun kiprah nya di tim ini, pria kelahiran Northern Ireland 16 July 1984 telah melesakan 107 gol dalam 126 kali penampilan resminya bersama FCU. salah satu yang bakal di ingat pendukung FCU adalah gol spektakuler nya dari tengah lapangan layak nya gol David Beckham ke gawang Wimbeldon.

Kendala lain yang di hadapi Marginson Babes ini adalah, telah mulai masuk nya dunia profesionalisme dalam sepak bola, mau tidak mau mereka sudah harus menyesuaikan diri, marginson yang selama ini "nyambi" jualan toko kelontong mungkin harus lebih berpikir profesional dan menutup atau mewariskan toko nya tersebut guna konsentrasi penuh di tim ini, demikian pula dengan pemain-pemain yang lain, harus lebih berkonsentrasi penuh di tim ini mengingat mereka sudah muali memasuki level "serius" dalam hiraki sepakbola Inggris.

Season 2009-2010
Berbekal pengalaman berada di level kompetisi Northern Premier League Premier Division setahun sebelumnya, FCU lebih siap dan telah belajar banyak dari kesalahan musim lalunya, Marginson dan pengurus klub FCU jelas mematok target untuk menjuara kompetisi musim ini. mereka juga ingin lebih banyak berbicara di FA cup setelah musim lalu hanya mencapai babak ke tiga kualifikasi FA cup.

Sampai akhir tulisan ini diturunkan mereka masih berkutat di papan tengah menuju papan atas, ada sedikit pengalihan perhatian dimana mereka sudah melangkah lebih maju lagi di level FA cup (sekarang ada di babak ke 4 kualifkasi FA cup), ada kemungkinan mereka sudah akan muncul dalam babak utama FA cup. dan bukan tidak mungkin kans ketemu MU lebih terbuka diajang piala ini.

Tidak terbiasanya FCU tampil di dua ajang reguler secara bersamaan mungkin membuat FCU sedikit kaget, dan hal ini harus cepat diantisipasi mereka, mungkin dengan cara sudah saatnya menganti pelatih, karena mungkin dibutuhkan pelatih yang level nya sudah sesuai dengan level kompetisi yang dilalui klub ini. karena dibutuhkan dua kali promosi lagi untuk FCU sampai pada level kompetisi nasional Inggris atau Conference National (Blue Square Premier), Satu level kompetisi yang tepat berada di bawah League Two, menyusul kemudian League One, Championship Devision dan puncaknya adalah Premiership.

Prospektif
Untuk itu dibutuhkan keseriusan dan lebih profiesional nya klub ini, saat ini pemikiran ke arah sana sudah mulai tampak, dimana dalam beberapa pertemuan pengurus mereka telah mematok target bahwa mereka harus berada di kompetisi nasional Conference National (Blue Square Premier) di 3 musim mendatang, penambahan jumlah suporter juga menjadi perhatian utama dari klub ini, dan memang peningkatan signifikan terjadi seiring prestasi yang dibuat the margy boys ini. FCU juga menargetkan pada tahun 2012 (kalau belum kiamat) mereka telah mempunyai home base sendiri, berupa sebuah stadion yang bisa menampung 7000-10000 penonton, berikut dengan segala fasiltas penunjang nya, seperti arena buat latihan sendiri, lengkap dengan sarana untuk akademi sepakbola nya, hal ini tentu diperlukan suatu kerja keras, mengingat FCU adalah sebuah klub yang tidak terlalu terbuka pada kerja sama investor asing.

Kalau semua serius dan pola-poal amatir bisa ditinggalkan, saya rasa FCU bisa berbicara banyak di kancah sepakbola Inggris, agar apa yang diharapkan Eric Cantona tentang tim ini akan menjadi lebih cepat dari yang ia ramalkan sebelumnya, karena tidak butuh 50 tahun untuk FCU menjadi jawara Eropa. I Believe!!!!

Rabu, 09 Desember 2009

Mengapa aku (United Fans) begitu membenci Inggris??


Sebagai seorang fans (yang kalau bole dikatakan fanatik) terhadap klub Manchester United (Tim Liga Inggris), terkadang kok saya pribadi bingung kenapa tidak bisa suka, atau bahkan sangat membenci keberadaan tim nasional Inggris, padahal didalam tim nasional Inggris itu pun banyak sekali pemain-pemain yang kesehariannya mencari rejeki di klub kesayangan saya itu.

Wayne Rooney pernah berujar suatu ketika "Fans Manchester United adalah yang terbaik di dunia, apalagi disaat pertandingan tandang......" well...kenapa WR10 tidak pernah berpendapat demikian untuk fans tim nasional Inggris??

Lolos nya tim nasional Inggris ke putaran final Piala Dunia 2010 bahkan dengan embel-embel diumumkan nya mereka sebagai status unggulan dalam pembagian grup, seakan tidak semeriah dan tidak segegap gempita dengan kelolosan Man United ke babak 16 besar liga champions Musim 2009-2010, tentunya untuk publik manchester khususnya suporter Man United.

Apakah itu cuma perasaan saya (pribadi) semata?? TERNYATA TIDAK!! Ternyata trend fans Man United sangat membenci Tim Nasional Inggris telah ada jauh sebelum saya dilahirkan.

Konon kebencian itu berawal dari keputusan MU dalam menentang kebijakan FA (PSSI nya Inggris) dalam mengirim tim juara domestiknya ke liga antar klub eropa (Champions Cup) pada saat itu, FA beranggapan klub juara Inggris tidak perlu ikut kejuaraan tersebut, karena juara Inggris adalah yang terbaik di dunia, keangkuhankah?? setidaknya begitu lah fakta sejarah nya, sampai akhirnya MU nekat umtuk tampil dikejuaraan tersebut, "pemberontakan" MU ini sangat didukung oleh suporter pada saat itu, saat itu benih-benih frontasi antara MU suporter dan fans Timnas Inggris yang sangat konservatif kian mekar.

Perkembangan kebencian MU fans terhadap Timnas Inggris mulai terasa dan terangkat kembali pada periode 80-an, terutama setelah Sir Alex Ferguson masuk dan membuat MU memainkan sepakbola yang berbeda dengan gaya tradisional Inggris yang biasanya hanya menempatkan seorang pelari kencang di setiap sisi penyerangan dan menempatkan seorang tukang jagal di belakang dan di depan dua bek bertahan tersebut, gaya yang sangat membosankan tentunya (barbar football). berbeda nya gaya permainan MU saat itu yang lebih indah untuk dilihat karena memadukan permainan kolektif dengan kemampuan skill individu masing-masing yang berbeda satu sama lain. bisa jadi hal ini dikarenakan MU pada saat itu telah menjadi multicultural tim, dimana Sir Alex lebih memaksimalkan pemakaian pemain British (United Kingdom) ketimbang memainkan semua pemain asli Inggris, wajar ketika itu banyak fans-fans klub saingan MU bagaikan mendukung timnas Inggris ketika berhadapan dengan MU, demikian pula sebaliknya, kejadian ini seakan terus berlangsung seiring "berkuasa penuhnya" MU atas sepakbola Inggris.

Dalam satu statement Gary Neville salah satu alumnus class of 92 nya manchester United pernah berujar "Phil and I went straight out to have a look at the wembley pitch and were greeted by a chorus of "STAND UP IF YOU HATE MAN U". we've had this abuse before playing for England, but over the last year it's got worse" , statement ini secara tidak langsung menyatakan bahwa pemain Man United bagaikan duri dalam daging buat Three Lions squad.

Kalau Spanyol pernah tidak berhasil dalam setiap turnamen sepakbola yang mereka ikuti di tenggarai karena perbedaan prinsip antara pemain barcelona dan madrid (namun akhirnya mereka juara euro 2008), maka apakah Inggris puasa gelar 44 tahun karena tidak mendapat tempat di hati pemain Man United?? bukankah Manchester tidak pernah memberontak pada Ratu Elizabeth II atau pemerintahan London, untuk mendirikan negara nya sendiri layak nya bangsa Catalunya (Barcelona).

Tentu masih ingat di benak kita bagaimana seorang David Beckham sangat di nistakan oleh semua orang di Inggris (setelah kegagalan piala dunia 98), kenyamanan dan harga diri sebagai pahlawan dari carrington saat itu hanya di dapat ketika kaki-kaki nya berada di kota manchester, terutama di Old Trafford. sekali lagi kelihatan ada jurang yang jelas yang memisahkan para fans MU dengan fans tim nasional Inggris, Ironis! MU Fans sangat membenci hal tersebut (saat-saat DB7 menjadi England public enemy #1), bagi mereka Beckham tetap merupakan pahlawan buat Manchester (Bukan Inggris).

Benang merah yang kental terlihat adalah, bahwa banyaknya fans tim nasional Inggris itu datang dari kelompok-kelompok fans klub liga inggris yang berbasis di London, seperti Chelsea, Arsenal, Spurs, Westham, Milwall, Gillingham (tiga klub terakhir sangat radikal mendukung timnas, sehingga mereka lah "the real hooligan" yang terkenal itu)hal itu pasti karena timnas Inggris hampir selalu memainkan game nya di London shit hole!!! (baca:wembley)..selain itu Timnas Inggris juga mendapat dukungan penuh dari kelompok-kelompok pendukung yang merupakan musuh traditional dari MU, yaitu pendukung klub Leeds United dan pendukung klub Manchester City.

Hal diatas seakan menjadi gab tersendiri buat para MU fans untuk tidak mau ikut menjadi bagian dari fans Timnas Inggris, ada keengganan dalam diri suporter fanatik MU untuk bersanding bersama dengan para "zombie" dalam mendukung timnas Inggris. Sehingga secara tidak langsung terbentuklah barisan anti timnas Inggris didalam Inggris itu sendiri yang sebagian besar adalah MU suporters..

Ketika EL DIEGO membuat publik Inggris menanggis (PD1986) ada senyum di bibir fans MU, senyum kemenangan atas kegagalan Inggris yang dipermalukan Argentina, mungkin itu sedikit sejarah kenapa para red army di tribun streetford end selalu bersemangat mengumandangkan chant "argentina...argentina...argentina..." selain tentunya penyuntik semangat buat para argentinian yang pernah berlakon di theatre of dream Old Trafford. (heinze, veron, tevez)..

Fans MU juga sudah terbiasa dengan kebiasaan para pelatih timnas Inggris yang selalu terkesan "meng-anak tirikan" para pemain MU, well cuma ada bryan robson di skuad england 86, dan satu orang kiper yang kalau ga boleh cuma disebut sebagai tukang angkut tong air minum timnas saat itu (kiper ke-3, Gary Bailey), dan kembali hanya robson dan seorang neill webb di tahun 90 (kemana pemain MU lainnya??).betapa terkejut nya kita (fans MU),bek hebat seperti Steve Bruce bahkan tidak pernah sekalipun mencicipi caps timnas Inggris. contoh lain keanehan seorang glenn hodle (pelatih Inggris) yang lebih menyukai darren anderton ketimbang David Beckham dia PD98, bagaimana ia juga lebih seneng memasang emile heskey daripada seorang andy cole yang sedang on fire saat itu..well apakah MU adalah sebuah klub dari wales??yang cuma magang di liga Inggris layaknya Cardiff City, sehingga ada alergi yang berlebihan dari para pelatih Timnas Inggris untuk membawa potensi-potensi muda MU ke timnas Inggris...???

Pemain MU selalu dianggap biang kegagalan Inggris dalam beberapa piala dunia terakhir, DB7 di PD98, Neville di PD2002 (bersama seaman dianggap sebab terjadinya gol ronaldinho). dan terakhir WR10 di PD 2006 (parahnya ada keterlibatan CR7, yang akhirnya membuat Steven Gerrard menjadi provokator nomor 1 Inggris saat itu yang memanas-manasi semua pihak atas insiden itu). Hal-hal ini jelas tidak diterima oleh publik fans MU, karena mereka diatas adalah pahlawan kalau tidak bisa di bilang legenda hidup MU, berbanding terbalik dari itu, bagaimana dendam nya kami fans MU, ketika melihat bintang pujaan MU cedera dan "hancur" karier nya karena menjadi bagian dari Three Lion Squad. Steve Coppel, Neil Webb, Bryan Robson adalah contoh-contoh betapa tidak berjodoh baiknya pemain MU di Timnas Inggris.

Seiring kedatangan Sven Goran Erikson, dan yang teranyar Fabio Capello, ada sedikit atensi terhadap potensi-potensi Old Trafford. Rooney, Carrick, Hargreaves, Rio, tetap menjadi langganan utama Timnas, meski jarang ditampilkan secara bersamaan. ada kesan pula para pemain-pemain MU ini tidak tampil segahar ketika mereka membela panji-panji setan merah. bahkan beberapa prediksi serta rumah taruhan sudah mulai mempertaruhkan siapa lagi pemain MU yang akan menjadi biang kerok baru buat timnas Inggris di piala dunia 2010 nanti. sedekat dan saling hormat-menghormatinya Sir Alex Ferguson dan Don Fabio Capello tetap saja tidak menyurutkan tagline besar dalam hati sebagian besar fans dan suporters Man United di seluruh penjuru dunia (termasuk saya)...

We Are Manchester and We Hate England