Rabu, 09 Desember 2009

Mengapa aku (United Fans) begitu membenci Inggris??


Sebagai seorang fans (yang kalau bole dikatakan fanatik) terhadap klub Manchester United (Tim Liga Inggris), terkadang kok saya pribadi bingung kenapa tidak bisa suka, atau bahkan sangat membenci keberadaan tim nasional Inggris, padahal didalam tim nasional Inggris itu pun banyak sekali pemain-pemain yang kesehariannya mencari rejeki di klub kesayangan saya itu.

Wayne Rooney pernah berujar suatu ketika "Fans Manchester United adalah yang terbaik di dunia, apalagi disaat pertandingan tandang......" well...kenapa WR10 tidak pernah berpendapat demikian untuk fans tim nasional Inggris??

Lolos nya tim nasional Inggris ke putaran final Piala Dunia 2010 bahkan dengan embel-embel diumumkan nya mereka sebagai status unggulan dalam pembagian grup, seakan tidak semeriah dan tidak segegap gempita dengan kelolosan Man United ke babak 16 besar liga champions Musim 2009-2010, tentunya untuk publik manchester khususnya suporter Man United.

Apakah itu cuma perasaan saya (pribadi) semata?? TERNYATA TIDAK!! Ternyata trend fans Man United sangat membenci Tim Nasional Inggris telah ada jauh sebelum saya dilahirkan.

Konon kebencian itu berawal dari keputusan MU dalam menentang kebijakan FA (PSSI nya Inggris) dalam mengirim tim juara domestiknya ke liga antar klub eropa (Champions Cup) pada saat itu, FA beranggapan klub juara Inggris tidak perlu ikut kejuaraan tersebut, karena juara Inggris adalah yang terbaik di dunia, keangkuhankah?? setidaknya begitu lah fakta sejarah nya, sampai akhirnya MU nekat umtuk tampil dikejuaraan tersebut, "pemberontakan" MU ini sangat didukung oleh suporter pada saat itu, saat itu benih-benih frontasi antara MU suporter dan fans Timnas Inggris yang sangat konservatif kian mekar.

Perkembangan kebencian MU fans terhadap Timnas Inggris mulai terasa dan terangkat kembali pada periode 80-an, terutama setelah Sir Alex Ferguson masuk dan membuat MU memainkan sepakbola yang berbeda dengan gaya tradisional Inggris yang biasanya hanya menempatkan seorang pelari kencang di setiap sisi penyerangan dan menempatkan seorang tukang jagal di belakang dan di depan dua bek bertahan tersebut, gaya yang sangat membosankan tentunya (barbar football). berbeda nya gaya permainan MU saat itu yang lebih indah untuk dilihat karena memadukan permainan kolektif dengan kemampuan skill individu masing-masing yang berbeda satu sama lain. bisa jadi hal ini dikarenakan MU pada saat itu telah menjadi multicultural tim, dimana Sir Alex lebih memaksimalkan pemakaian pemain British (United Kingdom) ketimbang memainkan semua pemain asli Inggris, wajar ketika itu banyak fans-fans klub saingan MU bagaikan mendukung timnas Inggris ketika berhadapan dengan MU, demikian pula sebaliknya, kejadian ini seakan terus berlangsung seiring "berkuasa penuhnya" MU atas sepakbola Inggris.

Dalam satu statement Gary Neville salah satu alumnus class of 92 nya manchester United pernah berujar "Phil and I went straight out to have a look at the wembley pitch and were greeted by a chorus of "STAND UP IF YOU HATE MAN U". we've had this abuse before playing for England, but over the last year it's got worse" , statement ini secara tidak langsung menyatakan bahwa pemain Man United bagaikan duri dalam daging buat Three Lions squad.

Kalau Spanyol pernah tidak berhasil dalam setiap turnamen sepakbola yang mereka ikuti di tenggarai karena perbedaan prinsip antara pemain barcelona dan madrid (namun akhirnya mereka juara euro 2008), maka apakah Inggris puasa gelar 44 tahun karena tidak mendapat tempat di hati pemain Man United?? bukankah Manchester tidak pernah memberontak pada Ratu Elizabeth II atau pemerintahan London, untuk mendirikan negara nya sendiri layak nya bangsa Catalunya (Barcelona).

Tentu masih ingat di benak kita bagaimana seorang David Beckham sangat di nistakan oleh semua orang di Inggris (setelah kegagalan piala dunia 98), kenyamanan dan harga diri sebagai pahlawan dari carrington saat itu hanya di dapat ketika kaki-kaki nya berada di kota manchester, terutama di Old Trafford. sekali lagi kelihatan ada jurang yang jelas yang memisahkan para fans MU dengan fans tim nasional Inggris, Ironis! MU Fans sangat membenci hal tersebut (saat-saat DB7 menjadi England public enemy #1), bagi mereka Beckham tetap merupakan pahlawan buat Manchester (Bukan Inggris).

Benang merah yang kental terlihat adalah, bahwa banyaknya fans tim nasional Inggris itu datang dari kelompok-kelompok fans klub liga inggris yang berbasis di London, seperti Chelsea, Arsenal, Spurs, Westham, Milwall, Gillingham (tiga klub terakhir sangat radikal mendukung timnas, sehingga mereka lah "the real hooligan" yang terkenal itu)hal itu pasti karena timnas Inggris hampir selalu memainkan game nya di London shit hole!!! (baca:wembley)..selain itu Timnas Inggris juga mendapat dukungan penuh dari kelompok-kelompok pendukung yang merupakan musuh traditional dari MU, yaitu pendukung klub Leeds United dan pendukung klub Manchester City.

Hal diatas seakan menjadi gab tersendiri buat para MU fans untuk tidak mau ikut menjadi bagian dari fans Timnas Inggris, ada keengganan dalam diri suporter fanatik MU untuk bersanding bersama dengan para "zombie" dalam mendukung timnas Inggris. Sehingga secara tidak langsung terbentuklah barisan anti timnas Inggris didalam Inggris itu sendiri yang sebagian besar adalah MU suporters..

Ketika EL DIEGO membuat publik Inggris menanggis (PD1986) ada senyum di bibir fans MU, senyum kemenangan atas kegagalan Inggris yang dipermalukan Argentina, mungkin itu sedikit sejarah kenapa para red army di tribun streetford end selalu bersemangat mengumandangkan chant "argentina...argentina...argentina..." selain tentunya penyuntik semangat buat para argentinian yang pernah berlakon di theatre of dream Old Trafford. (heinze, veron, tevez)..

Fans MU juga sudah terbiasa dengan kebiasaan para pelatih timnas Inggris yang selalu terkesan "meng-anak tirikan" para pemain MU, well cuma ada bryan robson di skuad england 86, dan satu orang kiper yang kalau ga boleh cuma disebut sebagai tukang angkut tong air minum timnas saat itu (kiper ke-3, Gary Bailey), dan kembali hanya robson dan seorang neill webb di tahun 90 (kemana pemain MU lainnya??).betapa terkejut nya kita (fans MU),bek hebat seperti Steve Bruce bahkan tidak pernah sekalipun mencicipi caps timnas Inggris. contoh lain keanehan seorang glenn hodle (pelatih Inggris) yang lebih menyukai darren anderton ketimbang David Beckham dia PD98, bagaimana ia juga lebih seneng memasang emile heskey daripada seorang andy cole yang sedang on fire saat itu..well apakah MU adalah sebuah klub dari wales??yang cuma magang di liga Inggris layaknya Cardiff City, sehingga ada alergi yang berlebihan dari para pelatih Timnas Inggris untuk membawa potensi-potensi muda MU ke timnas Inggris...???

Pemain MU selalu dianggap biang kegagalan Inggris dalam beberapa piala dunia terakhir, DB7 di PD98, Neville di PD2002 (bersama seaman dianggap sebab terjadinya gol ronaldinho). dan terakhir WR10 di PD 2006 (parahnya ada keterlibatan CR7, yang akhirnya membuat Steven Gerrard menjadi provokator nomor 1 Inggris saat itu yang memanas-manasi semua pihak atas insiden itu). Hal-hal ini jelas tidak diterima oleh publik fans MU, karena mereka diatas adalah pahlawan kalau tidak bisa di bilang legenda hidup MU, berbanding terbalik dari itu, bagaimana dendam nya kami fans MU, ketika melihat bintang pujaan MU cedera dan "hancur" karier nya karena menjadi bagian dari Three Lion Squad. Steve Coppel, Neil Webb, Bryan Robson adalah contoh-contoh betapa tidak berjodoh baiknya pemain MU di Timnas Inggris.

Seiring kedatangan Sven Goran Erikson, dan yang teranyar Fabio Capello, ada sedikit atensi terhadap potensi-potensi Old Trafford. Rooney, Carrick, Hargreaves, Rio, tetap menjadi langganan utama Timnas, meski jarang ditampilkan secara bersamaan. ada kesan pula para pemain-pemain MU ini tidak tampil segahar ketika mereka membela panji-panji setan merah. bahkan beberapa prediksi serta rumah taruhan sudah mulai mempertaruhkan siapa lagi pemain MU yang akan menjadi biang kerok baru buat timnas Inggris di piala dunia 2010 nanti. sedekat dan saling hormat-menghormatinya Sir Alex Ferguson dan Don Fabio Capello tetap saja tidak menyurutkan tagline besar dalam hati sebagian besar fans dan suporters Man United di seluruh penjuru dunia (termasuk saya)...

We Are Manchester and We Hate England

3 komentar: